Kamis, 27 November 2014

KEMDIKBUD : ANIES BASWEDAN “VIP-KAN GURU-GURU KITA!”

Berapa jumlah guru yang masih hidup?” itu pertanyaan Kaisar Jepang sesudah bom atom dijatuhkan di tanah Jepang.

Kisah itu beredar luas. Bisa jadi itu mitos, tetapi narasi itu punya konteks yang valid: pemimpin ”Negeri Sakura” itu memikirkan pendidikan sebagai soal amat mendasar untuk bangkit, menang, dan kuat. Ia sadar bukan alam yang membuat Jepang menjadi kuat, melainkan kualitas manusianya. Pendidikan jangan pernah dipandang sebagai urusan sektoral. Pendidikan adalah urusan mendasar bangsa yang lintas sektoral. Hari ini 53 persen penduduk bekerja kita hanya tamat SD atau lebih rendah, yang berpendidikan tinggi hanya 9 persen. Pendidikan bukan sekadar bersekolah, melainkan fakta itu gambaran menampar yang membuat kita termenung.

Dari sisi kuantitas, penduduk Indonesia di urutan keempat dunia, tetapi dari segi kualitas di urutan ke-124 dari 187 negara. Bangsa ini telah secara ”terencana” membuat sebagian besar penduduknya dicukupkan untuk berlevel pendidikan rendah. Tak aneh jika kini serba impor karena memang sebagian besar penduduk bekerja kita hanya bisa menghasilkan produk bernilai tambah yang rendah.

Selama bangsa dan para pemimpinnya bicara pendidikan secara sambil lalu, dan selama masalah pendidikan dianggap bukan masalah kepemimpinan nasional, jangan harap masa depan akan bisa kuat, mandiri, dan berwibawa. Kunci kekuatan bangsa itu pada manusianya. Jangan hanya fokus pada infrastruktur penopang kehidupan bangsa. Sesungguhya kualitas infrastruktur kehidupan sebuah bangsa semata-mata cermin kualitas manusianya !

Pendidikan adalah soal interaksi antarmanusia. Interaksi antara pendidik dan peserta didik, antara orangtua dan anak, antara guru dan murid, serta antara lingkungan dan para pembelajar. Guru adalah inti dari proses pendidikan. Guru menjadi kunci utama kualitas pendidikan.

Berhenti memandang soal guru sebagai ”sekadar” soalnya kementerian atau sebatas urusan kepegawaian. Soal guru adalah soal masa depan bangsa. Di ruang kelasnya ada wajah masa depan Indonesia. Gurulah kelompok yang paling awal tahu potret masa depan dan gurulah yang bisa membentuk potret masa depan bangsa Indonesia. Cara sebuah bangsa memperlakukan gurunya adalah cermin cara bangsa memperlakukan masa depannya!

Ya, penyesuaian kurikulum itu penting, tetapi lebih penting dan mendesak adalah menyelesaikan masalah-masalah terkait dengan guru. Guru merupakan ujung tombak. Kurikulum boleh sangat bagus, tetapi bakal mubazir andai disampaikan oleh guru yang diimpit sederetan masalah. Tanpa penyelesaian masalah-masalah seputar guru, kurikulum nyaris tak ada artinya.

Guru juga manusia biasa, dengan plus-minus sebagai manusia, guru tetap kunci utama. Seorang murid menyukai pelajaran bukan sekadar karena buku atau kurikulumnya, melainkan karena gurunya. Guru yang menyebalkan membuat murid menjauhi pelajarannya, guru yang menyenangkan dan inspiratif membuat murid mencintai pelajarannya.

Kita pasti punya banyak guru yang dulu mengajar. Ada yang masih diingat dan ada yang terlupakan. Artinya, setiap guru punya pilihan, mau jadi pendidik yang dikenang karena inspirasinya atau menjadi pendidik yang terlupakan atau malah diingat karena perilakunya negatif. Guru harus sadar diri. Ia pegang peran besar, mendasar, dan jangka panjang sifatnya. Jika seseorang tak mau menjadi pendidik yang baik, lebih baik berhenti menjadi guru. Terlalu mahal konsekuensi negatifnya bagi masa depan anak dan masa depan bangsa. Ini statement keras, tetapi para pendidik dan pengelola pendidikan harus sadar soal ini. Kepada para guru yang mendidik dengan hati dan sepenuh hati, bangsa ini berutang budi amat besar.

Tiga persoalan besar

Paling tidak ada tiga persoalan besar mengenai guru kita.

Pertama, distribusi penempatan guru tidak merata. Di satu tempat kelebihan, di tempat lain serba kekurangan. Kekurangan guru juga terjadi di kota dan di desa yang dekat kota. Ini harus dibereskan.

Kedua, kualitas guru yang juga tidak merata. Kita harus mencurahkan perhatian total untuk meningkatkan kualitas guru. Mudahkan dan berikan akses bagi guru untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan mengajar. Bukan sekadar mendapatkan gelar pascasarjana, melainkan soal guru makin matang dan terbuka luas cakrawalanya.

Ketiga, kesejahteraan guru tak memadai. Dengan sertifikasi guru telah terjadi perbaikan kesejahteraan, tetapi ada konsekuensi administratif yang sering justru merepotkan guru dan perlu dikaji ulang. Selain soal guru honorer, guru bantu yang masih sering diperlakuan secara tak honored (terhormat). Semua guru harus dijamin kesejahteraannya.

Melihat kondisi sebagian besar guru hari ini, kita seharusnya malu. Kita titipkan masa depan anak-anak kepada guru, tetapi kita tak hendak peduli nasib guru-guru itu. Nasib anak-anak kita serahkan kepada guru, tetapi nasib guru amat jarang menjadi perhatian kita, terutama kaum terdidik, yang sudah merasakan manfaat keterdidikan. Bangsa Indonesia harus berubah. Negara dan bangsa ini harus menjamin nasib guru.

Menghormati guru

Mari bangun kesadaran kolosal untuk menghormati-tinggikan guru. Pemerintah harus berperan, tetapi tanggung jawab besar itu juga ada pada diri kita setiap warga negara, apalagi kaum terdidik. Karena itu, VIP-kan guru-guru dalam semua urusan!

Guru pantas mendapat kehormatan karena mereka selama ini menjalankan peran terhormat bagi bangsa. Saya ajukan dua ide sederhana menunjukkan rasa hormat kepada guru: jalur negara dan jalur gerakan masyarakat. Pertama, negara harus memberikan jaminan kesehatan bagi guru dan keluarganya, tanpa kecuali. Kedua, negara menyediakan jaminan pendidikan bagi anak- anak guru.

Bangsa ini harus malu jika ada guru yang sudah mengajar 25 tahun, lalu anaknya tak ada ongkos untuk kuliah. Jaminan kesehatan dan pendidikan keluarganya adalah kebutuhan mendasar bagi guru. Kita harus mengambil sikap tegas: amankan nasib guru dan keluarganya sehingga guru bisa dengan tenang mengamankan nasib anak kita.

Di jalur masyarakat, Gerakan Hormat Guru harus dimulai secara kolosal. Misalnya, para pilot dan awak pesawat, gurulah yang menjadikanmu bisa ”terbang”, sambutlah mereka sebagai penumpang VIP di pesawatmu, undang mereka boarding lebih awal. Para dokter dan semua tenaga medis, gurulah yang mengajarimu sehingga bisa berseragam putih, sambutlah mereka sebagai VIP di tempatmu merawat. Pada pemerintah dan dunia usaha di berbagai sektor, semua prestasi yang dikerjakan adalah buah didikan guru di masa lalu, VIP-kan guru, jadikan mereka customer utama, berikan mereka kemudahan, berikan mereka diskon. Bukan hanya besaran kemudahan atau diskon, melainkan ekspresi kepedulian itu yang menjadi bermakna bagi guru.

Dan semua sektor lainnya, ingatlah bahwa guru merupakan modal awal untuk meraih masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera itu dibangun. Di setiap kata dalam pesan pendek (SMS) yang ditulis, di sana ada tanda pahala guru. Bangsa ini akan tegak dan disegani saat guru-gurunya terhormat dan dihormati. Bagi anak-anak muda yang kini berbondong-bondong memilih pendidikan guru, ingat tujuan menjadi guru bukan cari tingginya rupiah.

Anda pilih jalan mulia, menjadi pendidik. Jangan kemuliaan dikonversi sebatas urusan rupiah, itu cara pintas membuat kemuliaan alami devaluasi. Kesejahteraan Anda sebagai guru memang harus terjamin, tetapi biarkan sorot mata anak didik yang tercerahkan atau cium tangan tanda hormat itu menjadi reward utama yang tak ternilai bagi anda.

Indonesia akan berdiri makin tegak dan kuat dengan kualitas manusia yang mumpuni. Para guru harus sadar dan teguhkan diri sebagai pembentuk masa depan Indonesia. Jadilah guru yang inspiratif, guru yang dicintai semua anak didiknya. Bangsa ini menitipkan anak-anaknya kepada guru, sebaliknya kita sebangsa harus hormati dan lindungi guru dari impitan masalah. Ingat, jadi guru bukanlah pengorbanan, melainkan kehormatan. Guru dapat kehormatan mewakili kita semua untuk melunasi salah satu janji kemerdekaan republik ini: mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadikan kami sebangsa makin bangga dan hormat pada guru!

Oleh : Kemdikbud RI, Bpk. Anies Baswedan
read more...

CARA DAFTAR / REGISTRASI ANGGOTA BARU PGRI VIA ONLINE

Alhamdulillaah…, bagi Rekan-rekan guru yang belum terdaftar di PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), mulai saat ini, pada laman web PGRI telah dapat dilakukan registrasi / pendaftaran anggota baru bagi seluruh guru di Indonesia yang belum terdaftar ataupun belum memiliki NPA (Nomor Pokok Anggota) PGRI secara online via internet.

Untuk langkah pertama, silahkan kunjungi laman www.pgri.or.id, dan untuk selanjutnya pilih pada tab menu “Registrasi” dan atau dapat juga klik pada gambar terkait “Registrasi Online Anggota PGRI”, setelah itu akan muncul beberapa tombol baik untuk pendaftaran baru, update / edit data keanggotaan (bagi yang sudah terdaftar), serta mutasi tempat tugas.


Silakan klik pada salah satu pilihan tombol (button) berikut ini:

Registrasi Anggota Baru” bagi pengunjung yang akan mendaftarkan diri sebagai anggota baru PGRI. Bila registrasi berhasil, akan terbit informasi Nomor Pokok Anggota (NPA) secara otomatis. Selain itu, pada ikon “Update” berfungsi untuk pemutakhitan data bagi anggota yang telah terdaftar sebelumnya sebagai anggota PGRI. Menu ini tidak mengubah NPA, kecuali hanya perubahan data saja.


Sedangkan untuk tab Mutasi “Mutasi” untuk pemutahiran data bagi anggota PGRI yang mengalami mutasi alamat tempat bertugas. Perubahan data ini berakibat perubahan NPA.

Kemudian lengkapi data yang benar dan terbaru baik untuk registrasi anggota baru, update data, maupun untuk update data mutasi, seperti keterangan yang perlu menjadi perhatian pada situs PGRI bahwasannya semua kolom isian data yang tersedia dalam formulir, harap diisi dengan benar dan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Data yang telah diisi akan tersimpan sebagai informasi permanen dalam database untuk anggota bersangkutan.

Bila terjadi kesalahan entri data untuk REGISTRASI ANGGOTA BARU, atau dengan sengaja memasukkan data yang tidak benar, dapat berakibat pembatalan atau penghapusan status keanggotaan setelah dilakukan verifikasi oleh petugas administrasi PGRI. Terima kasih…

Referensi artikel & gambar : http://www.pgri.or.id

Alhamdulillaah…, bagi Rekan-rekan guru yang belum terdaftar di PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), mulai saat ini, pada laman web PGRI telah dapat dilakukan registrasi / pendaftaran anggota baru bagi seluruh guru di Indonesia yang belum terdaftar ataupun belum memiliki NPA (Nomor Pokok Anggota) PGRI secara online via internet.

Untuk langkah pertama, silahkan kunjungi laman www.pgri.or.id, dan untuk selanjutnya pilih pada tab menu “Registrasi” dan atau dapat juga klik pada gambar terkait “Registrasi Online Anggota PGRI”, setelah itu akan muncul beberapa tombol baik untuk pendaftaran baru, update / edit data keanggotaan (bagi yang sudah terdaftar), serta mutasi tempat tugas.


Silakan klik pada salah satu pilihan tombol (button) berikut ini:

Registrasi Anggota Baru” bagi pengunjung yang akan mendaftarkan diri sebagai anggota baru PGRI. Bila registrasi berhasil, akan terbit informasi Nomor Pokok Anggota (NPA) secara otomatis. Selain itu, pada ikon “Update” berfungsi untuk pemutakhitan data bagi anggota yang telah terdaftar sebelumnya sebagai anggota PGRI. Menu ini tidak mengubah NPA, kecuali hanya perubahan data saja.


Sedangkan untuk tab Mutasi “Mutasi” untuk pemutahiran data bagi anggota PGRI yang mengalami mutasi alamat tempat bertugas. Perubahan data ini berakibat perubahan NPA.

Kemudian lengkapi data yang benar dan terbaru baik untuk registrasi anggota baru, update data, maupun untuk update data mutasi, seperti keterangan yang perlu menjadi perhatian pada situs PGRI bahwasannya semua kolom isian data yang tersedia dalam formulir, harap diisi dengan benar dan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Data yang telah diisi akan tersimpan sebagai informasi permanen dalam database untuk anggota bersangkutan.

Bila terjadi kesalahan entri data untuk REGISTRASI ANGGOTA BARU, atau dengan sengaja memasukkan data yang tidak benar, dapat berakibat pembatalan atau penghapusan status keanggotaan setelah dilakukan verifikasi oleh petugas administrasi PGRI. Terima kasih…

Referensi artikel & gambar : http://www.pgri.or.id
read more...

AKHIR SEMESTER I, “NASIB” KURIKULUM 2013 DIPUTUSKAN UNTUK DILANJUTKAN, DILANJUTKAN DENGAN EVALUASI, ATAU DITUNDA PELAKSANAANNYA

Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan akan memutuskan ”nasib” Kurikulum 2013 pada akhir semester I, berarti Desember tahun ini. Akankah dilanjutkan, dilanjutkan dengan evaluasi, atau ditunda pelaksanaannya?

Semua memang sedang dalam kajian. Yang jelas, belum ada umpan balik dari 6.000 SD  yang menjadi proyek percontohan, Kurikulum 2013 sudah dipaksakan untuk dijalankan.

Tahun 2013 sekolah kami ditunjuk menjadi salah satu SD percontohan. Ibarat dua sisi mata uang, ada rasa senang karena mungkin kami akan lebih paham  lebih dulu dibandingkan dengan SD lain. Namun, ada juga risiko karena ketergesaan dan ”bau politik” yang menyengat. Selain kami, total ada 15 SD di Kota Yogyakarta yang menerapkan Kurikulum 2013 di kelas I dan  IV.


Pada tahun pertama, kami para guru berdarah-darah untuk bisa memahami, mengolah, memilah, sekaligus ”memasak” agar rasa ”kurikulum” tetap enak dan nikmat bagi siswa. Mengapa kami sampai bersusah payah?

Sudah rahasia umum bahwa Kurikulum 2013 disiapkan secara ”kejar tayang”, serba cepat, dan tergesa-gesa. Kurikulum dan turunannya, yaitu buku, sudah pasti penuh ranjau di sana-sini. Tak hanya itu, bekal pendidikan dan latihan (diklat) untuk kami juga sangat kurang. Maka, agar siswa tidak  menginjak ranjau, sang guru/pendidik harus benar-benar mengolah kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan merancang kegiatan dengan pendekatan saintifik, sekaligus penilaian yang otentik.

Sungguh tidak mudah menyiapkan itu semua. Masih untung, salah satu dari kami pernah terlibat litbang SD Eksperimen Romo Mangun. Mengolah dan memasak kembali kurikulum dan buku sudah pernah dilakukannya sehingga dengan segera melihat hakiki Kurikulum 2013. Bagaimana dengan sekolah lain?

Kelebihan dan kekurangan

Di tengah kebingungan melaksanakan pada tahun pertama, kami bersepakat tidak mau terpuruk dan berusaha  memelihara semangat agar siswa tetap terlayani dengan baik.

Di tengah ketergesaan, kekurangan, dan kesalahan buku, kami bersyukur tema-tema Kurikulum 2013 sangat kontekstual alias dekat dengan siswa. Banyak tema yang digemari siswa karena merupakan bagian dari keseharian siswa SD.  Sebenarnya,  Kurikulum 2013 memberikan ruang cukup untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa, juga sikap yang bisa distimulus dari setiap kegiatan. Sayang, keleluasaan untuk eksplorasi kurang sehingga tema bagus, tetapi ruang eksplorasi dibiarkan sepi.

Selama ”bergaul dan bekerja sama” dengan dinas dan sekolah sesama percontohan, kami merasakan pendampingan implementasi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pendampingan administrasi. Padahal, guru SD percontohan dan SD-SD di negeri ini membutuhkan pendampingan intensif karena memahami dan melaksanakan apa yang disebut pendekatan saintifik dan penilaian otentik itu tidak mudah. Perlu revolusi mental dari kebiasaan guru ”ceramah” menjadi seorang fasilitator. Lompatan tersebut memerlukan perubahan paradigma.

Sebagai SD yang pernah melaksanakan percontohan, kami  bisa mengungkapkan bahwa Kurikulum 2013 secara konsep bagus. Ada dua hal yang nyata beda dengan kurikulum sebelumnya, yaitu pendekatan saintifik dan penilaian otentik. Namun, justru pemerintah kurang memberikan pendampingan maksimal dalam dua hal tersebut.

Tidak heran jika guru bingung, meraba-raba bak berjalan di tempat gelap. Maka, salah satu hal yang perlu diperbaiki adalah pendidikan dan pelatihan guru terlebih dahulu. Kenyataannya, diklat kurikulum tak selalu menambah paham, hanya menambah materi ke sekolah.

Kurangi administrasi

Jika diklat perlu ditingkatkan mutunya, sebaliknya pendampingan formal administrasi dikurangi karena memberatkan. Kami semakin repot melayani permintaan data dan mengisi instrumen dari berbagai pihak.

Siswa SD kami jika ditanya banyak yang senang dengan Kurikulum 2013 karena ada beberapa yang dipraktikkan, didiskusikan. Belajar dengan mengamati, menanya, menganalisis, tetapi untuk itu sang guru perlu menyiapkan ”peta belajar” agar siswa dapat menemukan dan membangun pengetahuannya.

Sebagai guru yang pernah mengalami kurikulum 1984, 1994, 2004, 2006, dan 2013, kegiatan dan tema Kurikulum 2013 memang lebih variatif  sehingga jika dilakukan dengan baik dan benar, pastilah siswa akan senang belajar, bukan menghafal.

Kesimpulannya, Kurikulum 2013 bisa dilanjutkan dengan revisi kesalahan, perbaikan sistem diklat, dan pendampingannya.

Referensi artikel : “Menjadi Percontohan Kurikulum 2013
Oleh : Lily Halim Guru dan Kepala SD Kristen Kalam Kudus, Yogyakarta
Editor : Sandro Gatra – Sumber : Kompas Cetak – Kompas.com
read more...

Rabu, 26 November 2014

DAFTAR PERUSAHAAN YANG MEMBERI DISKON / KERINGANAN HARGA BARANG DAN JASA UNTUK GURU YANG TERGABUNG DALAM PGRI

Sejumlah perusahaan swasta di Indonesia memberikan keringanan harga bagi barang dan jasanya kepada guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Perusahaan apa saja?

"Sekarang baru Garuda Indonesia, Merpati Airlines, PT Pelni, dan PT Telkom," ujar Ketua PGRI Sulistyo di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Senin (24/11/2014) sore.

Garuda Indonesia diketahui memberikan potongan harga 25 persen, Merpati 45 persen, dan PT Pelni 10 persen. Sementara itu, PT Telkom memberikan potongan harga 20 persen, khusus untuk pemasangan internet dengan nama produk Speedy.


PT Transjakarta juga direncanakan memberi potongan harga. Namun, hal tersebut baru akan direalisasikan pada tahun 2015 mendatang. Sulistyo mengatakan, mekanisme mendapat potongan harga itu sangat mudah. Hanya dengan memperlihatkan kartu tanda pengenal PGRI, guru akan memperoleh potongan harga.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan bahwa pemberian potongan harga bagi para guru merupakan ide kementeriannya. Jajarannya berpikir untuk menekan pengeluaran guru semaksimal mungkin.

"Kami berpendapat, menyejahterakan guru itu perkara seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah bertugas menaikkan kesejahteraan guru. Nah, tugas masyarakat menekan pengeluaran mereka," ujar Anies.

Anies belum mau memformulasikan gerakan sosial tersebut serupa dengan peraturan menteri yang lebih formal. Menurut Anies, dia akan terlebih dahulu menunggu hasil komunikasi kementeriannya dengan perusahaan, sebelum menjadikan gerakan itu ke dalam peraturan formal.

"Tunggu semua serempak dulu untuk setuju, baru itu akan kita wujudkan. Sejauh ini, komunikasi antara kami dan perusahaan itu sangat baik. Mereka sangat mengapresiasi," ujar Anies.

Referensi artikel : Ini Perusahaan yang Beri Diskon untuk Guru, Penulis : Fabian Januarius Kuwado, Editor : Hindra Liauw - Kompas.com
read more...

Selasa, 15 Juli 2014

Pondok Ramadhan Empero di Masjid At-Taqwa

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMPN 2 Tulungagung. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka.

Para siswa secara terjadwal dikirim ke Masjid At-Taqwa Kepatihan untuk mengikuti kegiatan pondok romadhon disana. Di pondok pesantren tersebut para siswa SMPN 2 Tulungagung di bimbing oleh bapak ibu guru dan ulama. Salah satu materi yang mereka dapatkan selama pondok romadhon adalah Ilmu Fiqih dan Tauhid. Acara kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kepala Sekolah, Eko Purnomo, MM

Pondok romadhon ini dimulai dari tanggal 16 Juli 2014  – 19 Juli 2014. Gelombang pertama adalah siswa kelas VII Putri, gelombang kedua kelas VII Putra dan gelombang terakhir adalah kelas IX Putra. Selain itu mereka juga tetap didampingi oleh bapak dan ibu guru yang secara bergantian menunggu para siswa di Masji At-Taqwa Kepatihan. Semoga dengan kegiatan pondok romadhon di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin para siswa akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi mereka dan juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Alloh SWT.
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Magetan. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Konten pornografi yang dengan mudah mereka dapatkan di internet menjadi sebuah ancaman bagi anak-anak kita. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka. - See more at: http://www.smasa-magetan.sch.id/?p=866#sthash.85YZXKf9.dpuf
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Magetan. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Konten pornografi yang dengan mudah mereka dapatkan di internet menjadi sebuah ancaman bagi anak-anak kita. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka. - See more at: http://www.smasa-magetan.sch.id/?p=866#sthash.85YZXKf9.dpuf
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Magetan. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Konten pornografi yang dengan mudah mereka dapatkan di internet menjadi sebuah ancaman bagi anak-anak kita. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka. - See more at: http://www.smasa-magetan.sch.id/?p=866#sthash.85YZXKf9.dpuf
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Magetan. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Konten pornografi yang dengan mudah mereka dapatkan di internet menjadi sebuah ancaman bagi anak-anak kita. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka. - See more at: http://www.smasa-magetan.sch.id/?p=866#sthash.85YZXKf9.dpuf
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Magetan. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Konten pornografi yang dengan mudah mereka dapatkan di internet menjadi sebuah ancaman bagi anak-anak kita. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka. - See more at: http://www.smasa-magetan.sch.id/?p=866#sthash.85YZXKf9.dpuf
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Magetan. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Konten pornografi yang dengan mudah mereka dapatkan di internet menjadi sebuah ancaman bagi anak-anak kita. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka. - See more at: http://www.smasa-magetan.sch.id/?p=866#sthash.85YZXKf9.dpuf
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan ilmu tentang agama islam kepada para siswa, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan pondok romadhon ini sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Magetan. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, anak sangat perlu dibentengi dengan keimanan yang kuat karena kemajuan teknologi selain membawa sisi positif juga membawa pengaruh negatif. Konten pornografi yang dengan mudah mereka dapatkan di internet menjadi sebuah ancaman bagi anak-anak kita. Diperlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif tersebut. Salah satunya yang paling penting adalah pendidikan agama bagi anak-anak kita yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka sehingga bisa membentengi mereka. - See more at: http://www.smasa-magetan.sch.id/?p=866#sthash.85YZXKf9.dpuf
read more...

Selasa, 01 Juli 2014

Daftar Sumbangan Pembangunan Masjid Per 1 Juli 2014

Berikut adalah daftar penyumbang untuk pembangunan masjid Al-Iqro' SMP Negeri 2 Tulungagung per- 1 Juli 2014



No Bulan Uraian  Jumlah 
1 - Uang Masuk dari Bendahara Sekolah           85.298.350
2 - Sumbangan dari Ibu Sugiyah                 500.000
3 - Sumbangan dari Ibu Hj Umi Kulsum             2.500.000
4 - Sumbangan dari Hamba Allah             1.000.000
5 - Sumbangan dari Bpk. Ibu Wiji Widodo                 500.000
6 - Sumbangan dari Bpk. Rudy Bastomi                 300.000
7 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Hj Supraptitiningsih             2.000.000
8 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Enny Zuhria                 500.000
9 Apr-14 Sumbangan dari Bpk. Achmad Suharto                 500.000
10 Apr-14 Sumbangan dari Bpk Tri P. Utomo                 250.000
11 Apr-14 Sumbangan dari Bpk Santoso                 500.000
12 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Hj. Sri Surtitantini             2.000.000
13 Apr-14 Sumbangan dari Bpk. H Luqman Sukaji             1.000.000
14 Apr-14 Uang Masuk dari Bendahara Sekolah           13.000.000
15 Apr-14 Sumbangan dari Hj. Umi Nihayati                 500.000
16 Apr-14 Sumbangan dari Bpk. Wiji Widodo                 500.000
17 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Hari Suciati                 500.000
18 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Sri Nugroho                 500.000
19 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Hj. Hariyati             1.000.000
20 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Sri Utami                 500.000
21 Apr-14 Sumbangan dari Ibu Ferina Awiti                 100.000
22 Mei-14 Sumbangan dari Ibu Sisprihatiniawati                 500.000
23 Mei-14 Sumbangan dari Cucu Ibu Any Trisnawati                   69.700
24 Mei-14 Sumbangan dari Ibu Titik Yuliana                 300.000
25 Mei-14 Sumbangan dari Bpk. Suratno                 500.000
26 Mei-14 Sumbangan dari Ibu Padma Iriani                 500.000
27 Mei-14 Sumbangan dari Bpk. Adri Santoso                 500.000
28 Mei-14 Sumbangan dari Bpk. Hery Purnawirawan                 500.000
29 Mei-14 Sumbangan dari Bpk. Kudori                 500.000
30 Jun-14 Sumbangan dari Cucu Ibu Any Trisnawati                   50.000
31 Jun-14 Sumbangan dari Bpk. Catur H                 500.000
32 Jun-14 Uang Masuk dari Bendahara Sekolah           35.000.000
33 Jun-14 Sumbangan dari Alumni 66/67             1.000.000
read more...
 
Copyright © 2014 EMPERO • All Rights Reserved.
Distributed By Free Blogger Templates | Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top